KOTA BOGOR – Tingginya minat masyarakat terhadap produk inovasi IPB University belum sepenuhnya diikuti kemudahan untuk mendapatkannya. Kondisi tersebut mendorong kampus menghadirkan MIRAI Mart sebagai tempat yang menghubungkan hasil riset, pengembangan usaha, dan kebutuhan konsumen.
Gerai bernama lengkap Marketplace for Innovation, Research, and Applied Ideas itu diluncurkan di Kampus Taman Kencana, Bogor, Kamis (22/10/2026). Pengunjung dapat melihat sekaligus membeli berbagai produk hasil inovasi dosen, perusahaan rintisan binaan IPB University, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Rektor IPB University, Dr Alim Setiawan Slamet, mengatakan MIRAI Mart lahir untuk merespons ketertarikan pengunjung terhadap produk yang dikembangkan kampus. Kehadirannya diharapkan mempermudah masyarakat memperoleh dan memanfaatkan produk tersebut secara langsung.
Alim menginginkan MIRAI Mart menjadi ruang pertemuan antara gagasan dan kebutuhan pasar. Dengan adanya tempat pemasaran, inovasi yang dikembangkan di lingkungan perguruan tinggi diharapkan memiliki kesempatan lebih luas untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
“MIRAI ini bisa menjadi wahana untuk tidak hanya mendiskusikan, tetapi juga mempertemukan, memperdagangkan, dan mewujudkan gagasan-gagasan serta inovasi yang bermanfaat, berdampak, dan punya nilai komersial,” ujarnya.
Nama Mirai diambil dari bahasa Jepang yang berarti masa depan. Makna tersebut merepresentasikan harapan IPB University agar hasil inovasi dapat terus berkembang menjadi produk yang bermanfaat, berdampak, serta memiliki nilai komersial.
Dari sisi produk, MIRAI Mart memberikan ruang pemasaran bagi karya dosen maupun usaha binaan kampus. Kepala Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship (LPA2I) IPB University, Dr Handian Purwawangsa, merinci keberadaan 58 produk inovasi dosen, 26 produk perusahaan rintisan binaan, serta lima produk UMKM binaan.
Gerai ini juga menampilkan produk usaha Agrianita dan UMKM di sekitar kampus. Cakupan tersebut membuka ruang bagi keterlibatan pelaku usaha Kota Bogor serta desa lingkar kampus dalam pengembangan ekosistem kewirausahaan IPB University.
Handian berharap fasilitas pemasaran itu membantu produk menjangkau konsumen dan menghasilkan nilai tambah dari kegiatan riset serta pengembangan.
“Melalui MIRAI Mart, produk-produk tersebut memiliki ruang untuk diperkenalkan, dipromosikan, dan dipasarkan kepada masyarakat luas,” ungkapnya.
Ke depan, pengembangan pemasaran digital turut menjadi perhatian agar jangkauan pasar semakin luas. MIRAI Mart diharapkan menjadi penghubung antara inovator, pelaku usaha, mitra, dan konsumen, sekaligus mendorong terciptanya manfaat ekonomi serta sosial dari hasil riset kampus.

