KOTA BANDUNG – West Java International Industry and Trade Expo (WIITEX) 2026 resmi ditutup oleh Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan di Exhibition Hall Summarecon Mall Bandung, Minggu (14/6/2026). Selama tiga hari penyelenggaraan, ajang tersebut berhasil mencatat transaksi senilai Rp25,09 miliar atau setara 1,4 juta dolar Amerika Serikat.
Erwan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berperan dalam menyukseskan WIITEX 2026, mulai dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat, mitra, pelaku usaha, hingga berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Menurutnya, WIITEX telah menjadi lebih dari sekadar pameran perdagangan. Kegiatan tersebut menjadi wadah strategis untuk mempertemukan produk unggulan Jawa Barat dengan calon pembeli dan investor dari berbagai daerah maupun mancanegara.
Mengusung tema The Golden Belt of Java: Coffee, Tea and Cocoa for the Future, WIITEX menyoroti pentingnya pengembangan komoditas kopi, teh, dan kakao sebagai sektor yang mampu memberikan nilai tambah sekaligus memperkuat daya saing ekonomi daerah.
Erwan menegaskan bahwa pengembangan komoditas tersebut perlu didukung melalui inovasi, hilirisasi, penguatan merek, dan perluasan akses pasar. Ia juga mendorong peningkatan produksi kakao lokal agar industri pengolahan di Jawa Barat tidak terus bergantung pada bahan baku impor.
Menurutnya, potensi lahan di Jawa Barat masih sangat memungkinkan untuk dimanfaatkan, termasuk lahan Perhutani maupun lahan masyarakat yang belum produktif, sehingga dapat menjadi sumber pasokan kakao bagi industri dalam negeri.
Selain pameran produk, WIITEX 2026 menghadirkan berbagai kegiatan seperti workshop pengolahan kakao bean-to-bar, lelang komoditas unggulan, hingga diskusi mengenai perdagangan berkelanjutan yang mempertemukan pelaku usaha dengan calon mitra bisnis.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat Nining Yuliastiani mengatakan nilai transaksi Rp25,09 miliar berasal dari kegiatan ekspor, business matching, dan lelang komoditas selama penyelenggaraan pameran.
Ia mengungkapkan teh premium Jawa Barat menjadi salah satu komoditas yang paling banyak diminati, baik untuk pasar domestik maupun ekspor. Antusiasme pembeli internasional juga terlihat dari bertambahnya peserta business matching dari 11 negara menjadi 14 negara, dengan sekitar 80 pembeli dan penjual yang mengikuti kegiatan secara hybrid.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat berharap jejaring bisnis yang terbentuk melalui WIITEX 2026 dapat terus berkembang dan membuka peluang ekspor baru bagi produk unggulan daerah, sekaligus memperkuat pertumbuhan industri dan perdagangan Jawa Barat di pasar global.

