Berbekal Perak Porprov 2022, Keita Matangkan Persiapan Bela Kota Bekasi

KOTA BEKASI — Pengalaman meraih medali perak pada Porprov Jawa Barat 2022 menjadi salah satu modal Keita Adhitya Aisha menghadapi Porprov XV Jawa Barat 2026. Atlet wushu Kota Bekasi itu kini terus mematangkan persiapan untuk tampil pada nomor duilian kategori taolu.

Dalam wawancara khusus dengan PantauJabar, Senin (10/8/2026), Keita menjelaskan bahwa latihan menjelang Porprov diarahkan pada peningkatan kondisi fisik, stamina, ketajaman teknik, dan penguasaan detail jurus.

Kesiapan mental juga mendapat perhatian. Atlet berusia 18 tahun tersebut harus mampu menjaga ketenangan sekaligus menampilkan gerakan secara tepat dan tegas di tengah tekanan pertandingan.

Keita memperoleh tempat dalam tim Kota Bekasi setelah melalui proses seleksi berjenjang. Prestasinya dipantau sejak tingkat klub sebelum mengikuti Seleksi Kota yang diselenggarakan Pengurus Cabang Wushu Kota Bekasi.

Kemampuan teknik, kondisi fisik, kedisiplinan, serta performa dalam simulasi pertandingan menjadi bagian dari penilaian. Setelah lolos, Keita melanjutkan persiapan melalui Pemusatan Latihan Cabang hingga ditetapkan sebagai wakil Kota Bekasi.

Perjalanan Keita di dunia wushu telah berlangsung selama tujuh tahun. Ia sebelumnya menekuni gimnastik artistik dan terbiasa melakukan gerakan akrobatik. Ketertarikannya pada wushu muncul ketika melihat kegiatan ekstrakurikuler di sekolah yang memadukan kemampuan akrobatik dengan seni bela diri.

Ia kemudian bergabung dengan Patriot Martial Arts dan berlatih di bawah arahan Muhammad Abdul Harist, atlet wushu nasional yang menjadi pelatihnya.

Selain medali perak Women’s Duilian pada Porprov 2022, Keita mengoleksi sejumlah prestasi lain. Dalam Indonesia Wushu League 2025, ia meraih emas Animal Imitation dan Traditional Weapon, serta perak Daoshu A.

Pada Kejurnas Wushu Kungfu 2026, Keita kembali memperoleh dua perak melalui nomor Shanzi Group D dan Other Empty Hands D. Deretan prestasi itu membawanya mendapatkan beasiswa penuh jalur atlet di Universitas Esa Unggul.

Di tengah persiapan Porprov, Keita tetap menjalani perkuliahan sebagai mahasiswa semester tiga Program Studi Ilmu Gizi. Pengalaman membagi waktu antara pendidikan, organisasi, dan latihan sejak masih sekolah membantunya menjaga seluruh tanggung jawab tersebut.

Keita juga mengajak generasi muda, khususnya perempuan, agar tidak ragu menekuni wushu. Baginya, konsistensi dan kepercayaan terhadap proses menjadi dasar penting untuk berkembang dan meraih prestasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *