Rektor Alim Dorong Riset IPB Keluar dari Kampus dan Berdampak bagi Masyarakat

BOGOR – Hasil penelitian IPB University didorong agar tidak berhenti sebagai publikasi akademik, tetapi dikembangkan menjadi inovasi yang memberikan manfaat ekonomi dan sosial. Komitmen tersebut menjadi bagian dari arah strategis IPB pada 2027 yang menempatkan hilirisasi riset dan innopreneurship sebagai prioritas.

Rektor IPB University Dr Alim Setiawan Slamet menyampaikan arah tersebut dalam Musyawarah Perencanaan dan Pengembangan (Musrenbang) IPB 2027 di Auditorium Andi Hakim Nasoetion, Kampus IPB Dramaga, Rabu (9/9/2026).

Dalam forum itu, IPB menetapkan Global Leadership in Innopreneurship sebagai fokus pengembangan institusi tahun depan. Kebijakan tersebut diarahkan untuk membangun ekosistem yang menghubungkan pendidikan, penelitian, teknologi, kewirausahaan, mitra industri, dan kebutuhan masyarakat.

Salah satu program yang akan diperkuat adalah Village-Up. Program tersebut dirancang untuk mempertemukan mahasiswa, peneliti, inovasi, aset, sumber permodalan, mitra, dan akses pasar dalam ekosistem pembangunan desa. Dengan skema itu, hasil penelitian dapat diuji, diterapkan, dan dikembangkan bersama masyarakat.

IPB juga akan memperluas keberadaan living laboratory serta memperkuat Science Techno Park sebagai pusat pengembangan dan hilirisasi inovasi. Mahasiswa tidak hanya dibekali kemampuan akademik, tetapi juga didorong memiliki kecakapan teknologi, kepekaan sosial, dan jiwa kewirausahaan.

Menurut Alim, perubahan iklim, transisi energi, ketahanan pangan, perkembangan ekonomi biru dan hijau, hingga disrupsi kecerdasan buatan menuntut perguruan tinggi bekerja secara adaptif. Karena itu, IPB menggunakan prinsip IPB-MIRAI yang meliputi mutu, inklusif, relevan, adaptif, dan impactful sebagai pedoman perencanaan program.

“Kalau kita membangun ekosistem inovasi, kita tidak hanya menghasilkan pengetahuan, tetapi juga harus memastikan inovasi itu berdampak bagi masyarakat,” ujar Alim.

Riset dan inovasi IPB pada 2027 akan difokuskan pada sumber daya hayati, Agromaritim 5.0, biodiversitas, bioekonomi, pangan dan pakan, biomedis, biomaterial, bahan kimia berbasis hayati, bioenergi, serta bahan bakar nabati.

Arah tersebut menjadi kelanjutan Rencana Strategis IPB 2023–2028. IPB menargetkan transformasi menuju perguruan tinggi berkelanjutan berkelas global pada 2028 dengan inovasi sebagai penggerak nilai tambah, lapangan kerja, dan kesejahteraan masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *