Rektor Alim Setiawan Slamet Siapkan Talenta IPB Sesuai Kebutuhan Industri

KOTA BOGOR – Rektor IPB University Alim Setiawan Slamet memperkuat transformasi manajemen talenta untuk menyiapkan mahasiswa menghadapi perubahan kebutuhan industri dan persaingan pasar kerja global.

Transformasi tersebut dibahas dalam IPB Employer Meeting 2026 bertajuk “Transformasi Manajemen Talenta IPB dalam Menjawab Kebutuhan Industri”, Kamis (20/8/2026). Kegiatan itu menjadi ruang pertemuan antara perguruan tinggi, mitra kerja, pelaku industri, dan pengguna lulusan.

Alim mengatakan, mahasiswa perlu memiliki pemahaman yang jelas mengenai potensi, kompetensi, dan arah kariernya. Kemampuan akademik juga harus disertai kecakapan beradaptasi, penguasaan teknologi, serta keterampilan menyelesaikan persoalan nyata.

Untuk mendukung pengembangan tersebut, IPB University menerapkan manajemen talenta berbasis kecerdasan buatan. Perguruan tinggi itu juga menyelenggarakan asesmen talenta bagi mahasiswa semester tujuh untuk memetakan kekuatan, bidang pengembangan, dan pilihan karier.

Peluang kerja internasional turut menjadi perhatian dalam forum tersebut. Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengungkapkan, sekitar 10 lembaga pelatihan kerja asal Jepang telah menyampaikan kebutuhan tenaga kerja Indonesia hingga 30 ribu orang per tahun.

Kebutuhan itu berkaitan dengan tingginya populasi lanjut usia di Jepang. Kondisi tersebut dinilai membuka peluang bagi tenaga kerja Indonesia yang memiliki kompetensi dan kesiapan bekerja di lingkungan internasional.

Direktur Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi Kementerian PPN/Bappenas Endang Sulastri menyebut terdapat sekitar 328.900 pesanan tenaga kerja dari pasar global. Permintaan terutama berasal dari sektor manufaktur, konstruksi, kesehatan, dan perhotelan.

Mahasiswa, menurut Endang, perlu menguasai literasi data dan digital, kecerdasan buatan, keterampilan hijau, pemahaman sistem dan regulasi, serta kemampuan berkomunikasi dan bekerja sama.

Melalui Employer Meeting 2026, IPB University membuka ruang kolaborasi dengan industri dalam pengembangan kurikulum, riset, rekrutmen, dan pembinaan talenta. Sinergi tersebut diharapkan melahirkan lulusan yang mampu menjadi profesional, inovator, wirausahawan, serta pencipta lapangan kerja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *