KOTA BEKASI – Kota Bekasi naik dari posisi kelima pada 2024 menjadi ketiga nasional dalam pengurutan nilai Indeks Inovasi Daerah (IID) kategori kota tahun 2025. Skornya meningkat dari 80,94 menjadi 94,43, atau bertambah 13,49 poin.
Kenaikan tersebut merujuk pada urutan nilai IID. Sementara itu, dalam penghargaan Innovative Government Award (IGA), Bekasi memperoleh peringkat ketiga kategori Kota Terinovatif pada 2024 maupun 2025.
Peringkat nilai IID dan penghargaan IGA perlu dibedakan karena seleksi penghargaan turut melibatkan verifikasi, presentasi kepala daerah, serta validasi lapangan.
Dalam kategori kota pada 2025, Bekasi berada di bawah Mojokerto yang memperoleh skor 95,43 dan Surabaya sebesar 94,98. Apabila nilai kabupaten dan kota digabung, Bekasi menempati posisi keenam nasional sekaligus menjadi daerah dengan nilai tertinggi di Jawa Barat.
Posisi gabungan tersebut membaik dibandingkan 2024. Berdasarkan pengurutan nilai dalam lampiran keputusan Menteri Dalam Negeri, Bekasi sebelumnya berada di urutan ke-30, dengan 25 kabupaten dan empat kota memiliki nilai lebih tinggi.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan capaian peringkat perlu diikuti perbaikan pelayanan. Pemerintah kota akan mendorong perangkat daerah menghadirkan inovasi yang lebih sederhana, efektif, dan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Yang paling penting bukan hanya mendapatkan peringkat, tetapi bagaimana inovasi itu benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kami akan terus mendorong seluruh perangkat daerah untuk berani berinovasi, memperbaiki pelayanan, dan menghadirkan solusi atas berbagai kebutuhan warga,” ujar Tri dalam keterangan Pemkot Bekasi yang dipublikasikan pada 7 September 2026.
IID merupakan instrumen Kementerian Dalam Negeri melalui Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri. Penilaiannya mencakup pembaruan tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, serta penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah.
Pada 2025, aspek Satuan Pemerintahan Daerah berbobot 25,2 persen dan Satuan Inovasi Daerah sebesar 74,8 persen. Nilai Bekasi masuk kategori sangat inovatif, dengan rentang skor 65,01–100.
Dalam penilaian IGA 2025, Bekasi memaparkan SISVALEN dan BIG HUG sebagai inovasi unggulan. SISVALEN merupakan layanan validasi SSPD BPHTB secara daring yang dikembangkan Badan Pendapatan Daerah.
Adapun BIG HUG dikembangkan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu sebagai wadah kolaborasi pemerintah, pelaku usaha, serta investor dalam pengembangan iklim investasi.
Tri menyampaikan bahwa hasil penilaian tersebut menjadi motivasi untuk melanjutkan pembaruan pelayanan dan program pemerintah kota.

