KOTA BANDUNG – Penguatan pemahaman hak asasi manusia (HAM) di kalangan pelajar menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah perundungan dan diskriminasi di lingkungan pendidikan. Peserta didik perlu memahami bahwa setiap orang memiliki hak yang harus dihormati dalam kehidupan sehari-hari.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, saat membuka Jabar Human Rights Forum (JHRF) 2026: Bedah Buku dan Talkshow Penguatan Hak Asasi Manusia di Aula Ki Hajar Dewantara, Disdik Jabar, Kota Bandung, Rabu (29/7/2026).
Forum yang diikuti ratusan pelajar Jawa Barat tersebut digelar melalui kolaborasi Kantor Wilayah Kementerian HAM Jawa Barat bersama Komunitas Pemuda Pelajar Pencinta Hak Asasi Manusia Jabar.
Purwanto menilai kegiatan tersebut memiliki peran strategis dalam memperkenalkan nilai-nilai HAM kepada generasi muda. Pemahaman mengenai hak asasi, menurutnya, perlu ditanamkan sejak dini agar menjadi bagian dari perilaku peserta didik.
“Kami menyambut baik kegiatan ini karena sangat penting untuk menanamkan pengetahuan tentang hak asasi manusia kepada anak-anak kita,” kata Purwanto.
Ia menjelaskan, pemahaman HAM bukan hanya berkaitan dengan mengetahui hak yang dimiliki seseorang. Peserta didik juga harus memiliki kesadaran bahwa orang lain mempunyai hak yang sama dan wajib dihormati.
Menurut Purwanto, rendahnya pemahaman terhadap prinsip tersebut dapat memicu berbagai persoalan sosial, mulai dari perundungan, diskriminasi hingga tindakan main hakim sendiri.
“Kalau kita ingin diperlakukan dengan baik, orang lain juga mempunyai hak yang sama. Kalau kita tidak mau dirugikan, jangan juga merugikan orang lain,” tegasnya.
Penguatan kesadaran HAM, lanjutnya, juga diperlukan dalam penyelenggaraan pelayanan publik. Pelanggaran terhadap hak masyarakat dapat terjadi apabila penyelenggara pelayanan tidak memiliki pengetahuan dan kesadaran yang memadai.
Karena itu, Disdik Jabar mendorong edukasi HAM dikembangkan melalui metode yang lebih kreatif dan dekat dengan dunia pelajar. Bentuknya dapat berupa festival film pendek, lomba penulisan esai hingga pemanfaatan berbagai media edukasi.
Melalui edukasi yang berkelanjutan, pelajar Jawa Barat diharapkan tumbuh menjadi generasi yang menjunjung nilai perdamaian, saling menghargai dan menghormati hak setiap orang.

