KOTA BOGOR – Transformasi kawasan perdesaan dinilai membutuhkan lebih dari sekadar teknologi dan program pembangunan. Kepercayaan, keterlibatan warga, serta kemampuan membaca kebutuhan desa secara akurat menjadi unsur penting dalam menciptakan perubahan yang berkelanjutan.
Pandangan tersebut disampaikan Rektor IPB University Dr. Alim Setiawan Slamet dalam REINVENTING RURALITY: High-level Academic Dialogue on Global Rural Transformation di Yunnan, China, 22 September 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Hebian Village dan Manluanzhan Village, Xishuangbanna Dai Autonomous Prefecture itu menghadirkan akademisi dan tokoh pembangunan perdesaan dari berbagai negara.
Dalam dialog tersebut, Alim berbagi pandangan bersama sejumlah peserta internasional, di antaranya Shakuntala Haraksingh Thilsted, Ramachandran, dan Dinar Dana Kharisma.
Salah satu perhatian utama yang disampaikan adalah pentingnya partisipasi masyarakat dalam setiap proses pembangunan. Keberhasilan program perdesaan, menurutnya, sangat dipengaruhi oleh tingkat kepercayaan warga serta kemampuan institusi untuk melibatkan masyarakat dalam menentukan arah perubahan di wilayahnya.
Pengalaman tersebut telah menjadi bagian dari perjalanan IPB University selama puluhan tahun.
Sejak masa awal berdirinya, IPB telah terlibat dalam kegiatan pendampingan petani, salah satunya di Karawang. Model keterlibatan langsung dengan masyarakat itu kemudian terus berkembang mengikuti perubahan kebutuhan pembangunan desa.
Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah One Village One CEO atau OVOC, yang menghubungkan pengembangan potensi desa dengan penguatan kapasitas sumber daya manusia, kelembagaan, dan aktivitas ekonomi.
Selain itu, IPB University mengembangkan precision village data. Pendekatan tersebut menggunakan data yang lebih rinci untuk membaca kondisi sosial, ekonomi, sumber daya, dan potensi desa sehingga intervensi pembangunan dapat dirancang secara lebih tepat.
Forum di Yunnan juga menjadi ruang bagi IPB University untuk memperkuat hubungan akademik dan kolaborasi dengan China Agricultural University serta institusi lain yang memiliki perhatian terhadap pembangunan perdesaan.
Pertukaran pengalaman lintas negara tersebut diharapkan memperkaya model transformasi desa, terutama dalam menghadapi perubahan teknologi, ekonomi, lingkungan, dan karakter masyarakat perdesaan yang semakin dinamis.

