12 Startup Terpilih Ikuti Inkubasi Bisnis PRIME STeP 2026 IPB University

BOGOR – IPB University melalui Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship (LPA2I) menetapkan 12 startup sebagai peserta Program Inkubasi Bisnis PRIME STeP 2026 Batch 2. Penetapan tersebut dilakukan setelah rangkaian seleksi presentasi dan wawancara yang berlangsung di IPB International Convention Center (IICC), Bogor, Jumat (17/7/2026).

Belasan startup tersebut terpilih dari 27 startup yang sebelumnya berhasil lolos tahap seleksi substansi. Dengan tambahan peserta dari Batch 2, total startup yang mengikuti Program Inkubasi Bisnis PRIME STeP 2026 mencapai 49 startup, terdiri atas 37 startup dari Batch 1 dan 12 startup dari Batch 2.

Program Manager PRIME STeP, Laela Sifa, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari dukungan pemerintah dalam pengembangan science and techno park di Indonesia. Selain itu, PRIME STeP juga menjadi upaya memperkuat hilirisasi inovasi hasil riset perguruan tinggi agar dapat diterapkan dan dikembangkan menjadi bisnis berbasis teknologi.

“Project ini juga diharapkan mampu menumbuhkan benih-benih startup di lingkungan perguruan tinggi yang mengadopsi teknologi yang dikembangkan dari perguruan tinggi sebagai wujud nyata dari hilirisasi hasil penelitian,” ujar Laela.

Dalam proses seleksi, para peserta mempresentasikan berbagai inovasi dari sejumlah sektor, mulai dari farmasi dan kosmetika, teknologi, pangan, pertanian, hingga peternakan. Setiap startup memaparkan produk inovatif serta model bisnis yang dikembangkan di hadapan tim reviewer dari Project Management Unit (PMU) dan Project Implementation Unit (PIU).

Penilaian dilakukan secara komprehensif dengan mempertimbangkan sejumlah aspek, seperti kemampuan inovasi dalam menyelesaikan permasalahan, tingkat kebaruan teknologi, implementasi produk, kelayakan model bisnis, potensi pasar, kapasitas tim, hingga peluang pertumbuhan usaha.

Asisten Bidang Inkubator Bisnis LPA2I IPB University sekaligus reviewer PIU, Deva Primadia Almada, mengatakan proses seleksi dilakukan untuk melihat kesiapan startup dalam mengembangkan inovasi menjadi bisnis yang berkelanjutan.

Menurutnya, startup yang lolos tidak hanya memiliki inovasi berbasis teknologi, tetapi juga menunjukkan kemampuan eksekusi, model bisnis yang jelas, serta peluang memberikan dampak sosial dan ekonomi.

“Kami tidak hanya melihat inovasinya, tetapi juga bagaimana tim mampu mengeksekusi ide tersebut menjadi bisnis yang berkelanjutan dan berpotensi berkembang,” katanya.

Melalui program inkubasi ini, IPB University berharap startup peserta mampu tumbuh menjadi perusahaan rintisan yang tangguh, kompetitif, serta mampu menghadirkan solusi inovatif bagi sektor agromaritim dan berbagai bidang strategis lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *