Rektor IPB Alim Setiawan: Startup Berbasis Riset Butuh Ekosistem Pendampingan yang Berkelanjutan

BOGOR – Rektor IPB University Alim Setiawan Slamet menekankan pentingnya membangun ekosistem pendampingan yang berkelanjutan untuk memperkuat pertumbuhan startup berbasis riset dan inovasi.

Hal tersebut disampaikan Alim saat membuka kegiatan Prime STEP Bootcamp 2026 yang digelar IPB University bersama Asian Development Bank (ADB), Senin (20/7/2026). Program tersebut menjadi ruang kolaborasi bagi startup binaan, akademisi, mentor, investor, dan mitra strategis untuk mempercepat pengembangan inovasi berbasis sains dan teknologi.

Alim mengatakan, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam memastikan hasil riset tidak berhenti pada tahap publikasi, tetapi dapat berkembang menjadi inovasi yang memiliki nilai ekonomi dan manfaat bagi masyarakat.

Menurutnya, proses hilirisasi membutuhkan dukungan yang tidak hanya bersifat sementara. Startup yang lahir dari lingkungan kampus memerlukan pendampingan mulai dari pengembangan ide, validasi produk, penguatan bisnis, hingga membuka akses terhadap industri dan investor.

“Kami ingin memastikan bahwa pendampingan kepada startup tidak berhenti setelah pendanaan awal. Melalui ekosistem yang berkelanjutan, startup dapat terus berkembang dan keberhasilannya menjadi sumber dukungan bagi lahirnya startup-startup baru di masa mendatang,” ujar Alim.

Ia menjelaskan, keberhasilan perusahaan rintisan berbasis riset tidak hanya ditentukan oleh teknologi yang dikembangkan, tetapi juga kemampuan para pendiri dalam mengelola bisnis, membaca kebutuhan pasar, serta membangun kerja sama strategis.

Prime STEP Bootcamp 2026 menjadi bagian dari upaya IPB University dalam memperkuat kapasitas startup hasil inovasi akademik. Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan terkait strategi validasi produk, pengembangan model bisnis, akses pendanaan, serta penguatan jejaring dengan berbagai pemangku kepentingan.

Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Fauzan Adziman yang hadir sebagai pembicara utama menyampaikan bahwa kualitas tim menjadi salah satu faktor utama keberhasilan startup teknologi.

“Teknologi memang penting, tetapi yang menentukan keberhasilan sebuah startup adalah manusianya. Investor tidak hanya melihat teknologi yang dimiliki, tetapi juga kualitas tim yang mampu mengeksekusi dan mengembangkan inovasi tersebut,” kata Fauzan.

Sementara itu, perwakilan ADB Theresia Sembiring mengapresiasi pelaksanaan Prime STEP yang dinilai mampu memperkuat ekosistem inovasi berbasis perguruan tinggi.

Melalui program tersebut, IPB University terus mendorong lahirnya startup berbasis sains dan teknologi yang mampu bersaing serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *