Hari Jadi ke-544 Kota Bogor, Perayaan untuk Warga dengan Semangat “Bogor Nanjeur”

KOTA BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menjadikan peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 pada tahun 2026 sebagai momentum memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. Mengusung tema “Bogor Nanjeur”, perayaan tahun ini tidak hanya berfokus pada seremoni, tetapi juga menghadirkan berbagai program yang dirancang agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh warga.

Tema “Bogor Nanjeur” memiliki makna Kota Bogor harus terus berdiri tegak menghadapi berbagai tantangan, meneguhkan komitmen pembangunan, serta membangun semangat masyarakat agar siap menghadapi perkembangan zaman. Semangat tersebut diwujudkan melalui puluhan kegiatan yang melibatkan perangkat daerah, komunitas, dunia usaha, dan masyarakat umum.

Secara historis, Hari Jadi Bogor diperingati setiap 3 Juni berdasarkan penobatan Sri Baduga Maharaja atau Prabu Siliwangi sebagai Raja Pakuan Pajajaran pada 3 Juni 1482. Tanggal tersebut kemudian ditetapkan sebagai tonggak lahirnya Bogor melalui kajian sejarah yang dilakukan pemerintah dan DPRD pada awal 1970-an. Karena itu, HJB bukan sekadar perayaan ulang tahun kota, tetapi juga momentum untuk mengenang akar sejarah dan peradaban Bogor yang telah berusia lebih dari lima abad.

Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak dapat dicapai hanya oleh pemerintah. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, DPRD, Forkopimda, dunia usaha, dan masyarakat menjadi modal utama dalam mendorong kemajuan Kota Bogor.

Senada dengan itu, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menegaskan bahwa HJB harus menjadi milik seluruh warga. Ia meminta seluruh jajaran pemerintah daerah membuka ruang partisipasi seluas-luasnya bagi masyarakat dan komunitas agar perayaan tidak berhenti sebagai agenda seremonial tahunan.

“Ini harus menjadi perayaan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegas Dedie dalam sejumlah rangkaian persiapan HJB.

Ketua Panitia HJB ke-544, Iceu Pujiati, menjelaskan bahwa terdapat sedikitnya 42 kegiatan yang digelar selama Juni 2026. Menariknya, sebagian besar kegiatan dilaksanakan melalui kolaborasi dengan mitra strategis dan komunitas masyarakat tanpa bergantung pada dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Pada 3 Juni, rangkaian utama diawali dengan upacara bendera di Balai Kota, rapat paripurna DPRD Kota Bogor, serta aktivasi Museum Pajajaran di kawasan Batutulis. Museum tersebut diharapkan menjadi pusat edukasi sejarah yang memperkuat identitas Kota Bogor sebagai pewaris peradaban Pajajaran.

Berbagai program sosial juga menjadi bagian penting dalam perayaan tahun ini. Pemkot Bogor menyiapkan beasiswa bagi mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu, bantuan pendidikan bagi ribuan pelajar SMP swasta, penebusan ijazah yang masih tertahan di sekolah, hingga program pendidikan bagi warga putus sekolah melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Target besar yang ingin dicapai adalah mewujudkan angka putus sekolah nol di Kota Bogor.

Di bidang kesehatan, masyarakat dapat menikmati layanan sunatan massal gratis untuk 544 peserta, persalinan gratis di puskesmas, pemeriksaan diabetes dengan potongan harga khusus, donor darah, hingga vaksinasi rabies gratis bagi hewan peliharaan. Sementara itu, penyandang disabilitas juga akan menerima bantuan alat bantu dengar dan kursi roda.

Pemkot juga menghadirkan berbagai kegiatan ekonomi dan pelayanan publik, seperti Job Fair yang menyediakan sekitar 1.000 lowongan kerja dari 30 perusahaan, layanan administrasi kependudukan, pemasangan sambungan air bersih dengan tarif khusus, hingga layanan pajak keliling. Di sektor lingkungan hidup, sebanyak 544 pohon akan ditanam di berbagai wilayah Kota Bogor sebagai simbol komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan.

Selain program pelayanan masyarakat, HJB ke-544 juga dimeriahkan dengan berbagai agenda olahraga, seni, budaya, dan ekonomi kreatif. Mulai dari HJB Run, Bogor City Trail, Ultra Road Marathon, festival kuliner, bazar murah, pameran ekonomi kreatif, hingga Helaran HJB yang akan menjadi puncak perayaan pada 27 Juni 2026 di Jalan Jenderal Sudirman.

Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin menegaskan bahwa HJB merupakan ulang tahun seluruh warga Kota Bogor. Karena itu, setiap perangkat daerah didorong untuk menunjukkan karya dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Memasuki usia ke-544 tahun, Kota Bogor terus berupaya menjaga keseimbangan antara pelestarian sejarah dan pembangunan modern. Melalui semangat “Bogor Nanjeur”, pemerintah berharap perayaan tahun ini menjadi energi baru untuk memperkuat kebersamaan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mendorong pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan bagi seluruh warga Kota Bogor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *