BANDUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menegaskan peringatan Hari Tatar Sunda beserta rangkaian budaya Kirab Mahkota Binokasih Ajeg Tatar Sunda tidak berkaitan dengan upaya perubahan nama Provinsi Jawa Barat, sebagaimana isu yang beredar di media sosial.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Barat, Mas Adi Komar, menegaskan penggunaan istilah Tatar Sunda dalam peringatan Milangkala Tatar Sunda murni ditujukan untuk mengangkat sejarah, budaya, dan identitas masyarakat Sunda yang berkembang sejak masa Kerajaan Sunda.
Menurutnya, nama Provinsi Jawa Barat tetap sah dan tidak berubah karena telah diatur dalam perundang-undangan. Istilah Tatar Sunda, kata dia, lebih menitikberatkan pada aspek historis dan kebudayaan, bukan administrasi pemerintahan.
“Tidak ada yang mengarah ke sana. Nama Provinsi Jawa Barat tetap ada dalam undang-undang. Milangkala Tatar Sunda ini berkaitan dengan unsur budaya dan teritorial historis, sehingga tidak berkaitan dengan wilayah administratif,” ujar Adi di Bandung, Minggu (18/5/2026).
Adi menjelaskan, penetapan Hari dan Milangkala Tatar Sunda telah melalui kajian akademis sebelum ditetapkan melalui Keputusan Gubernur Jawa Barat dengan peringatan yang jatuh setiap 18 Mei. Sementara Hari Jadi Provinsi Jawa Barat tetap diperingati setiap 19 Agustus sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, pada puncak perayaan Milangkala Tatar Sunda “Kirab Mahkota Binokasih Ajeg Tatar Sunda” di Kota Bandung, Sabtu (16/5/2026) malam, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menekankan pentingnya pembangunan daerah yang tetap berpijak pada identitas budaya lokal.
Menurut Dedi, pembangunan perkotaan tidak semata berorientasi pada gedung, pusat perbelanjaan, maupun hotel, melainkan juga harus menghadirkan ruang seni dan kebudayaan.
“Bandung henteu ukur dipinuhan ku gedong, mall jeung hotel. Tapi, Bandung kudu dipinuhan ku karya-karya seni anu endah,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya penataan lingkungan secara menyeluruh, mulai dari kebersihan jalan, trotoar, saluran air hingga penataan pedagang kaki lima.
“Seluruh wilayah di Jawa Barat harus menjadi daerah yang bersih, hijau, tertata, dan membahagiakan masyarakatnya,” tegasnya.
Perayaan Milangkala Tatar Sunda berlangsung meriah dengan menampilkan kesenian dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat serta berbagai seni Nusantara. Ribuan warga memadati sepanjang rute kirab budaya untuk menyaksikan rangkaian kegiatan tersebut.

