BANDUNG– Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan bantuan pendidikan hingga Rp2,7 juta bagi siswa SMA dan SMK yang tidak lolos seleksi sekolah negeri karena keterbatasan daya tampung. Bantuan tersebut diberikan kepada peserta yang terdaftar dalam Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) dan melanjutkan pendidikan di sekolah swasta yang bekerja sama dengan pemerintah.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, mengatakan program ini merupakan bentuk intervensi pemerintah untuk memastikan calon peserta didik tetap memperoleh akses pendidikan meski gagal diterima di sekolah negeri.
Sebanyak 751 SMA dan SMK swasta telah digandeng Pemprov Jabar untuk mendukung pelaksanaan program tersebut. Skema bantuan difokuskan pada dua komponen utama, yakni Dana Sumbangan Pendidikan (DSP) atau uang pangkal serta bantuan biaya pendidikan bulanan.
Dalam rancangan yang disiapkan, setiap siswa akan memperoleh bantuan DSP sebesar Rp1,5 juta dan subsidi biaya bulanan Rp100 ribu per bulan atau Rp1,2 juta per tahun. Dengan demikian, total bantuan yang dapat diterima mencapai Rp2,7 juta per siswa.
Namun demikian, Purwanto menegaskan besaran tersebut masih bersifat rencana dan akan disesuaikan dengan kemampuan fiskal daerah. Jika biaya sekolah swasta melebihi plafon bantuan yang diberikan pemerintah, maka kekurangannya tetap menjadi tanggung jawab orang tua sesuai ketentuan sekolah masing-masing.
Bantuan ini tidak dibatasi hanya untuk keluarga prasejahtera. Selama siswa terdaftar dalam sistem PCMB dan dinyatakan tidak lolos ke sekolah negeri, mereka berhak menjadi penerima program, termasuk siswa dari keluarga mampu.
Menurut Purwanto, kebijakan tersebut merupakan bentuk kompensasi bagi calon siswa yang telah mengikuti proses seleksi masuk sekolah negeri tetapi tidak tertampung akibat keterbatasan kuota.
Program ini lahir setelah hasil pemetaan menunjukkan sekitar 77 ribu calon murid berpotensi tidak mendapatkan kursi di SMA maupun SMK negeri. Melalui kerja sama dengan ratusan sekolah swasta, Pemprov Jabar berharap seluruh siswa tetap dapat melanjutkan pendidikan tanpa kehilangan kesempatan belajar.

