BANDUNG – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, meminta sekolah swasta turut berperan dalam memperluas akses pendidikan bagi siswa dari keluarga ekonomi menengah ke bawah yang belum diterima di sekolah negeri pada tahun ajaran 2026/2027.
Menurut Dedi, keterlibatan sekolah swasta menjadi bagian penting dalam upaya memastikan seluruh lulusan SMP tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA maupun SMK. Karena itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah membangun skema kerja sama dengan sekolah swasta agar tidak ada siswa yang terhambat melanjutkan sekolah akibat keterbatasan daya tampung sekolah negeri.
Pemprov Jabar berencana memberikan bantuan biaya pendidikan sebesar Rp2,7 juta per siswa pada tahun pertama bagi peserta didik yang bersekolah di sekolah swasta melalui program tersebut.
Dedi berharap pihak yayasan dan pengelola sekolah swasta dapat menerima skema kerja sama yang ditawarkan pemerintah. Menurutnya, dukungan seluruh pemangku kepentingan pendidikan sangat diperlukan untuk menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya keluarga kurang mampu.
“Jangan sampai gubernur dibikin dilema. Satu sisi menambah rombel di sekolah negeri tidak boleh, tetapi di sisi lain, sekolah swasta ditawari kerja sama dengan anggaran sekian tidak mau,” kata Dedi, Jumat (19/6/2026).
Ia menegaskan bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memastikan tidak ada anak usia sekolah yang putus pendidikan. Tanpa dukungan sekolah swasta, siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri berisiko kehilangan kesempatan melanjutkan pendidikan.
Dedi juga menyoroti pentingnya kesetaraan akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat. Ia ingin siswa dari keluarga kurang mampu memperoleh peluang yang sama untuk mengenyam pendidikan berkualitas sebagaimana siswa dari keluarga yang memiliki kemampuan ekonomi lebih baik.
Menurutnya, sebagian siswa dari keluarga mampu telah memilih melanjutkan pendidikan ke sekolah swasta pada tahun ajaran baru. Sementara itu, sejumlah siswa lainnya yang telah terpetakan dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 akan melanjutkan pendidikan di sekolah negeri sesuai hasil seleksi.
Melalui sinergi antara pemerintah dan sekolah swasta, Pemprov Jawa Barat berharap seluruh siswa dapat memperoleh hak pendidikan yang layak dan berkelanjutan.

