KABUPATEN BOGOR – IPB University menetapkan inklusivitas, kemakmuran, dan keberlanjutan sebagai tiga arah strategis pengembangan institusi. Kebijakan tersebut ditegaskan Rektor IPB University, Dr Alim Setiawan Slamet, dalam Sidang Terbuka Dies Natalis ke-63 di Auditorium Andi Hakim Nasoetion, Kampus IPB Dramaga, Bogor.
Ketiga prinsip itu akan menjadi landasan IPB University dalam menghadapi perubahan zaman sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi kepada masyarakat dan pembangunan nasional.
Pada aspek inklusivitas, IPB berkomitmen memperluas akses pendidikan tanpa mengorbankan standar mutu. Prinsip serupa juga akan diterapkan terhadap berbagai teknologi dan inovasi yang dihasilkan sivitas akademika.
Hasil penelitian kampus diharapkan dapat digunakan secara nyata oleh petani kecil, nelayan, pembudi daya ikan, dan masyarakat perdesaan. Kolaborasi lintas disiplin serta kemitraan dengan berbagai pihak juga akan terus diperkuat untuk menjawab persoalan yang semakin kompleks.
Arah kedua adalah kemakmuran atau prosperity. IPB University meluncurkan program IPB Prosperity, sebuah ekosistem yang dirancang untuk menciptakan sumber kesejahteraan warga kampus secara lebih pasti dan berkelanjutan.
Sebagian hasil pengembangan bisnis dan kerja sama institusi akan dikelola secara profesional agar manfaatnya dapat dikembalikan kepada warga IPB. Implementasi awalnya dilakukan melalui peningkatan penghasilan pegawai kontrak dan peluncuran program IPB Bakti Lestari.
Melalui IPB Bakti Lestari, setiap pegawai tetap akan memperoleh tambahan tabungan dana pensiun sebesar Rp10 juta per tahun. Pemberian manfaat tersebut mulai dihitung sejak sepuluh tahun sebelum pegawai memasuki masa pensiun.
Adapun prinsip keberlanjutan akan diintegrasikan dalam pengembangan riset dan inovasi. IPB University diarahkan memperkuat peran dalam bidang pertanian adaptif terhadap perubahan iklim, ekonomi biru, ekonomi sirkular, dan pendekatan one health.
Alim menegaskan IPB harus menjadi laboratorium hidup bagi penerapan prinsip keberlanjutan. Keberhasilan kampus, menurutnya, bukan hanya ditentukan oleh capaian akademik, melainkan juga dampak terhadap kesejahteraan petani, nelayan, pembudi daya ikan, dan masyarakat desa.
Dalam momentum Dies Natalis ke-63 tersebut, IPB University turut memberikan apresiasi kepada petani dan masyarakat desa mitra yang selama ini terlibat dalam berbagai kegiatan dosen dan mahasiswa.

