Emas Kejurnas Jadi Modal Muhammad Al Baqir Hadapi Porprov Jabar 2026

KOTA BEKASI — Medali emas Kejurnas Wushu Kungfu 2026 menjadi salah satu modal Muhammad Al Baqir menghadapi Porprov XV Jawa Barat 2026. Atlet Kota Bekasi itu menjadi juara pertama dalam nomor Shuangjiegun D/E Putra.

Baqir juga memiliki pengalaman dari sejumlah kejuaraan lainnya. Dalam Wugames Universitas Indonesia 2025, ia meraih emas Weapon Duida C2 Putra serta dua perak melalui Changquan ZX dan Daoshu ZX.

Prestasinya turut mencakup emas Er Jie Gun C2 Putra pada Indonesia International Kungfu Championship 2024. Ia juga memperoleh perak Daoshu A Putra dalam Wugames UI 2024 dan emas Gun Shu Grup A pada Wugames UI 2023.

Rekam prestasi tersebut menjadi salah satu pertimbangan utama hingga Baqir terpilih memperkuat tim wushu Kota Bekasi. Pada Porprov 2026, ia akan bertanding dalam nomor beregu Men’s Duilian.

Menghadapi nomor tersebut, Baqir menempatkan koordinasi tim sebagai prioritas latihan. Akurasi dan kecepatan serangan, kemampuan menjaga stamina, serta penguasaan nandu juga terus ditingkatkan.

Nandu merupakan gerakan akrobatik tingkat tinggi yang dapat berupa lompatan dengan putaran di udara. Teknik tersebut menuntut kontrol tubuh karena harus diakhiri dengan pendaratan yang tepat.

Baqir telah menjalani latihan wushu selama 10 tahun. Pada awalnya, ia hanya ingin mengisi waktu luang sekaligus melatih tubuh. Pengalaman bertanding dan keberhasilan membawa pulang medali kemudian mendorongnya mendalami wushu secara serius.

Kini, Baqir juga menjalani semester pertama di Universitas Indonesia. Tanggung jawab sebagai mahasiswa membuatnya harus menjaga keseimbangan antara kegiatan akademik dan latihan.

Ia menyusun jadwal mingguan, mencatat tenggat setiap tugas, dan menentukan skala prioritas menjelang ujian. Pola tersebut digunakan agar performanya di kelas dan arena tetap terjaga.

Baqir memiliki target jangka panjang untuk tampil dalam SEA Games dan Asian Games. Ia mengajak generasi muda agar berani mencoba wushu serta tidak mudah menyerah ketika hasil yang diharapkan belum tercapai.

“Prestasi merupakan proses dan tidak dapat diperoleh secara instan,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *