Pemprov Jabar Siapkan Pelatihan hingga Fasilitasi Jaminan Sosial bagi Pekerja Terdampak PHK

KOTA BANDUNG – Pelatihan keterampilan dan fasilitasi manfaat jaminan sosial menjadi bagian dari penanganan pekerja terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) di Jawa Barat. Pemerintah provinsi juga membuka akses penempatan kerja melalui aplikasi Nyari Gawe dan penyelenggaraan Bursa Kerja Online.

Langkah tersebut dilakukan di tengah catatan Kementerian Ketenagakerjaan yang menunjukkan sebanyak 13.044 pekerja di Jawa Barat mengalami PHK sepanjang Januari–September 2026.

Dalam program peningkatan kompetensi, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Barat mendorong pelatihan berbasis kejuruan. Pilihannya meliputi bidang otomotif, menjahit, barista, pengelasan, manufaktur, operator forklift, serta pembuatan konten digital.

Pelatihan melalui Mobile Training Unit juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan daya saing tenaga kerja. Selain keterampilan untuk memasuki dunia kerja, pelatihan kewirausahaan turut diberikan guna membuka peluang pengembangan usaha mandiri.

Adapun perlindungan bagi pekerja yang mengalami PHK dilakukan dengan memfasilitasi pemenuhan hak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Kepala Disnakertrans Jawa Barat I Gusti Agung Kim Fajar mengatakan, pemerintah turut berkoordinasi dengan BPJS Ketenagakerjaan.

“Koordinasi dengan BPJS Ketenagakerjaan turut dilakukan untuk mendukung akses pekerja terhadap manfaat Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) dan Jaminan Hari Tua (JHT) sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Kim, Rabu (14/10/2026).

Dalam penanganan hubungan industrial, Pemprov Jawa Barat memperkuat koordinasi serta deteksi dini terhadap potensi permasalahan. Apabila terdapat persoalan, penyelesaiannya diupayakan melalui dialog.

Sementara itu, akses untuk memperoleh pekerjaan difasilitasi melalui Nyari Gawe. Aplikasi tersebut mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan yang menyediakan lowongan.

Per 9 Oktober 2026, layanan itu mencatat 704.121 pencari kerja dan melibatkan 714 perusahaan. Sebanyak 24.085 lowongan kerja tersedia, dengan 1.209 pelamar tercatat telah diterima bekerja.

Pemprov Jawa Barat juga memanfaatkan siaran langsung pada akun TikTok Gubernur Jawa Barat @dedimulyadiofficial untuk menyelenggarakan Bursa Kerja Online bersama gubernur. Hingga 9 Oktober 2026, kegiatan tersebut telah berlangsung sebanyak empat edisi.

Program Bursa Kerja Online melibatkan 89 perusahaan dan menyediakan 5.768 lowongan pekerjaan. Kehadirannya melengkapi layanan penempatan tenaga kerja melalui aplikasi.

Rangkaian program tersebut mencakup perlindungan hak pekerja, dukungan akses jaminan sosial, peningkatan keterampilan, serta penyediaan informasi kesempatan kerja. Bagi tenaga kerja yang memilih berwirausaha, pelatihan usaha mandiri menjadi bagian dari pilihan pengembangan kemampuan yang difasilitasi pemerintah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *