Soroti UKT dan Biaya Hidup Mahasiswa, KDM Usulkan Batas Penghasilan Penerima KIP Kuliah Rp10 Juta

KAB. SUMEDANG – Persoalan biaya pendidikan tinggi menjadi perhatian Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat bertemu ribuan mahasiswa baru Universitas Padjadjaran di Kampus Jatinangor, Kabupaten Sumedang.

Dedi mengusulkan kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi agar ketentuan penghasilan orang tua dalam program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah diperluas. Ia menilai keluarga dengan penghasilan gabungan di bawah Rp10 juta per bulan masih layak dipertimbangkan memperoleh bantuan.

Usulan tersebut disampaikan dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Penerimaan Raya Mahasiswa Baru Universitas Padjadjaran Tahun Akademik 2026/2027, Senin (10/8/2026).

Dalam dialog bersama mahasiswa, sejumlah persoalan mengemuka. Selain tingginya Uang Kuliah Tunggal (UKT), mahasiswa juga menghadapi biaya tempat tinggal dan kebutuhan hidup yang relatif besar selama kuliah di kawasan Jatinangor.

Keluhan turut disampaikan mahasiswa jalur prestasi dan penyandang disabilitas. Salah seorang mahasiswi tunanetra berharap akses pendidikan bagi penyandang disabilitas semakin diperluas, mulai dari tingkat sekolah hingga perguruan tinggi.

Dedi menilai persoalan ekonomi tidak boleh menjadi alasan mahasiswa kehilangan kesempatan menyelesaikan pendidikan. Sejumlah bantuan kemudian diberikan, mencakup biaya tempat tinggal selama dua tahun, biaya perkuliahan hingga lima semester dan modal usaha senilai Rp5 juta.

Selain pendidikan, mahasiswa turut menyampaikan kondisi sejumlah jalan di kawasan Jatinangor. Dedi menjelaskan sebagian ruas merupakan kewenangan pemerintah pusat. Pemprov Jawa Barat, menurut dia, siap berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum untuk mencari solusi perbaikan.

Dedi juga meminta mahasiswa membangun pengalaman dan kemandirian selama berada di perguruan tinggi. Pendidikan, menurutnya, tidak hanya berorientasi pada gelar, tetapi juga membentuk kemampuan menghadapi berbagai persoalan kehidupan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *