Drone Pertanian Pangkas Waktu Penyemprotan Sawah di Merauke

KABUPATEN MERAUKE – Tim Ekspedisi Patriot (TEP) IPB University menguji pemanfaatan teknologi drone untuk meningkatkan efisiensi budi daya padi di Kabupaten Merauke. Program yang dipimpin Dr Doni Sahat Tua Manalu itu melibatkan TNI, pemerintah daerah, pelaku usaha, penyuluh, dan petani setempat.

Uji coba menggunakan drone Agras berkapasitas 20 liter dilakukan di lahan sawah seluas tiga hektare pada 29 Agustus 2026. Hasil pengujian menunjukkan proses penyemprotan pupuk dan pestisida untuk satu hektare lahan dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari 20 menit dengan dua tangki cairan.

Sementara itu, penyemprotan secara manual membutuhkan waktu hingga empat jam dan sekitar 20 tangki.

“Drone ini sangat menghemat tenaga, air yang digunakan, pupuk, dan obat-obatan,” kata Margono, petani pemilik lahan tempat pengujian berlangsung.

Teknologi tersebut dinilai sesuai dengan kondisi pertanian Merauke karena sebagian petani mengelola lahan hingga 10 hektare. Namun, pengoperasian drone berbobot besar masih menghadapi kendala infrastruktur jalan usaha tani, terutama ketika musim hujan menyebabkan lahan rawa sulit dilalui.

Salah seorang anggota tim, Wilda, mengusulkan pembentukan Sekolah Drone sebagai sarana pelatihan bagi petani dan operator lokal. Program itu diharapkan membekali peserta dengan kemampuan mengoperasikan, merawat, dan memanfaatkan drone secara tepat dalam kegiatan pertanian.

Selain uji teknologi, TEP IPB University menggelar Focus Group Discussion Analisis Rantai Nilai Bisnis Beras Lokal di Aula Kodam XXIV/Mandala Trikora. Forum tersebut mempertemukan petani, penyuluh, pengelola rice milling unit, pemerintah daerah, serta pelaku usaha hotel, restoran, dan kafe.

Pembahasan mencakup ketersediaan benih unggul, pengelolaan pintu air, keterbatasan alat panen, pasokan solar subsidi, hingga distribusi beras.

Kapolsek Tanah Miring Wilustono menilai intervensi diperlukan pada setiap mata rantai agar proses bisnis tidak terputus dan manfaat ekonominya dapat diterima seluruh pihak.

Temuan lapangan dan aspirasi peserta FGD selanjutnya akan disusun dalam bentuk matriks serta proposal rekomendasi untuk diteruskan kepada instansi terkait. Langkah tersebut diharapkan memperkuat ekosistem bisnis beras lokal yang efisien, mandiri, dan memberi nilai ekonomi lebih besar kepada petani Merauke.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *