KOTA BANDUNG – Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) menjadi penopang utama investasi Kota Bandung sepanjang semester I 2026. Dari total realisasi investasi sebesar Rp6,4 triliun, sekitar 82 persen berasal dari investasi domestik.
Kepala DPMPTSP Kota Bandung Eric Mohamad Atthauriq mengatakan capaian investasi hingga pertengahan tahun terus memperlihatkan peningkatan dibandingkan triwulan sebelumnya.
Sementara Penanaman Modal Asing (PMA) tercatat berkontribusi sekitar 15 persen. Pemerintah Kota Bandung masih melihat ruang untuk memperbesar masuknya investasi asing, terutama melalui peningkatan promosi dan konektivitas.
Pemkot Bandung menetapkan target resmi investasi 2026 sebesar Rp11,9 triliun. Wali Kota Bandung juga mendorong agar realisasi investasi dapat menembus angka Rp12 triliun hingga akhir tahun.
Untuk mencapainya, DPMPTSP kembali menjalankan tiga agenda utama promosi investasi, yaitu Bandung Investment Forum, Investor Day, dan Bandung Investment Summit.
Selain mempertemukan pemerintah dengan calon investor, kemudahan perizinan menjadi salah satu fokus pembenahan. Proses penerbitan Surat Izin Praktik tenaga kesehatan, misalnya, dipangkas dari lima tahapan menjadi hanya dua tahapan.
Inovasi pelayanan tersebut mendapat perhatian Kementerian Investasi. Kota Bandung masuk nominasi enam kota terbaik secara nasional dalam pelayanan terpadu satu pintu.
Dari sisi sektor usaha, real estat tercatat mulai kembali menggeliat pada semester I 2026. Perkembangan ini dinilai menjadi indikator bertambahnya aktivitas ekonomi dan peluang usaha baru di Kota Bandung.
Pemerintah daerah juga berharap aktifnya kembali penerbangan di Bandara Husein Sastranegara dapat memperkuat pertumbuhan investasi. Akses udara dinilai penting bagi mobilitas pelaku usaha sekaligus mendorong sektor pendukung seperti kuliner dan UMKM.
DPMPTSP optimistis tren investasi masih dapat dipertahankan hingga akhir tahun seiring penyederhanaan layanan, promosi investasi, dan peningkatan aksesibilitas Kota Bandung.

